Jogja Punya Tempat yang Bernuansa Vintage

Jogja Punya Tempat yang Bernuansa Vintage

Jogja adalah kota yang memiliki berbagai macan tujuan rekreasi serta dengan berbagai tempat yang bernuansa vintage untuk melepaskan penat. Tidak cuman mengenai panorama alam , banyak tujuan yang lain unik.

Jogja dicari sebab menyediakan bermacam Tempat yang Bernuansa Vintage yang instagramble yang mana jadi daya magnet untuk pelancong, ditambah lagi kelompok anak muda.

Jogja Punya Tempat yang Bernuansa Vintage, lho!

Ada bermacam tujuan yang menyediakan banyak spot buat photo. Berikut tujuan di Jogja yang menyediakan bermacam spot memiliki nuansa vintage, pas sekali buat latar photo kamu nih!

  1. Taman Sari Yogyakarta

Taman Sari adalah situs sisa taman atau kebun istan Keraton Ngayoyakarta Hadiningrat.  Dalam Taman Sari  ini Adalah bangunan monumental yang dibuat di atas tanah sisa kebun istana keraton Yogyakarta. Tidak perlu mengambil kantong banyak, Taman sari termasuk tempat rekreasi yang bisa dicapai.

Baca Juga: Wisata Pantai dan Candi Yogyakarta

Luas Taman Sari itu lebih dari 10 hektar dengan seputar 57 bangunan. Diantaranya, gedung, kolam pemandian, jembatan menggantung, saluran air sera danau bikinan sampai lorong bawah tanah. Di muka pintu Taman Sari nanti pengunjung akan ditemui dengan beberapa pemandu rekreasi.

Tidak cuman monumental, tujuan ini sediakan bermacam segi bangunan yang memiliki nuansa vintage yang pas photo untukmu.

  1. Studio Alam Gamplong

Dibikin dengan background pengerjaan film kuno, tempat ini malahan jadi favorite kelompok muda Jogja dan sekelilingnya loh. Tempat ini tawarkan bermacam spot photo iconic dan memiliki nuansa era 16 dan 17-an, menarik kan? Sebab banyak property dan bangunan kuno, tempat ini benar-benar pas buat latar photo kamu.

Waktu masuk di Studio Alam Gamplong, kamu akan disodori untuk pilih ticket yang sesuai sisi posisi yang pengin kamu incar. Bila kamu lapar, di seputar Studio Alam Gamplong ada banyak warung yang tawarkan bermacam jajanan.

  1. Mushola Kotagede

Mushola Gedhe Mataram atau Mushola Agung Kotagede berdiri pada era ke-16, yang menjadi mushola paling tua di Jogja. Tujuan ini berada di selatan pasar Kotagede Yogyakarta.

Kotagede dulu adalah pusat dari Kerajaan Mataram dan sekarang jadi kompleks penyemayaman yang diutamakan untuk beberapa raja Mataram.

Kekhasan komplek pusara ini mempunyai daya magnet sendiri sebab style arsiteknya adalah kombinasi di antara budaya Islam dan Hindu.

Kotagede adalah pojok kota Jogja yang paling kental dengan nuansa vintage-nya. Nah, disekitaran sini ada juga pasar tradisionil yang sudah ada semenjak jaman Panembahan Senopati.

Di sini, beberapa pengunjung bisa berjalan telusuri kompleks Mushola Agung Kotagede. Waktu itu Anda dibawa masuk mesin waktu dan kembali pada masa lampau. Kotagede ini menjadi tempat Cinta dan beberapa temannya telusuri arsitektur classic dan mencicip beberapa jajanan pasar.

Bangunan classic mushola ini berpenampilan kombinasi di antara budaya Islam dan Hindu yang paling jelas nuansa vintage-nya. Akan pas buat berpose riang dech! Komplek mushola ini searah ke arah kompleks penyemayaman Raja Mataram.

Kecuali jumlahnya property yang monumental, banyak sisi yang lain berpenampilan kuno yang pas buat latar photo vintage. Komplet kan!

  1. Museum History of Java

Tidak cuman banyak property monumental saja, museum ini adalah salah satu museum di Jawa tengah dan Wilayah Spesial Yogyakarta yang memakai tehnologi Augmented Reality yang membuat daya magnet tertentu.

Museum History of Java kerap memberi surprise pada pengunjung, dari surprise mistik sampai kejutan pembagian permen atau cokelat dengan ide Sinterklas.

  1. Benteng Vredeburg

Siapa nih yang tidak pernah photo di sini? Kecuali populer selaku tujuan monumental di Jogja, tempat ini tawarkan bermacam panorama yang memiliki nuansa kuno lho. Pas buat latar photo kamu!

Di sini penghujung bisa menemui bermacam koleksi kreasi seni, senjata warisan Belanda sampai patung-patung pahlawan.

Museum ini dibangun di tahun 1760 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I atas keinginan Belanda. Arah dibuatnya museum itu untuk jaga keamanan Kraton dan sekelilingnya.

Kabarnya, empat menara itu berperan selaku tempat tentara Belanda berjaga-jaga dan melepas shooting saat perang.

Seiring waktu berjalan, bangunan warisan yang banyak yang hancur dipugar oleh pemerintahan menjadi museum.

Diorama-diorama itu memvisualisasikan dari Perang Diponegoro, Invasi Militer tahun 1948 sampai periode Orde Baru.

Jam bertandang ke Benteng Vredeburg start pukul 07.30-16.00 WIB. Harga ticket masuk untuk museum Benteng Vredeburg sejumlah Rp 2000 sampai Rp 3000 saja. Untuk mendapati museum ini benar-benar gampang. Anda dapat jalan-jalan di Malioboro. Letak museum pas diujung jalan dan bersisihan dengan Titik 0 Km.

  1. Cafe 80’s Bocor Alus

Di cafe ini pengunjung akan rasakan kenangan ke zaman 80-an sampai 90-an. Karena design interiornya terlihat ramai sama barang unik yang terkenal di periode itu. Bahkan juga perlengkapan, mebel, sampai pajangan yang dipakai berkesan benar-benar kuno. Tiap pojok cafe juga bisa digunakan jadi spot photo yang instagramable.

Harga untuk jajan disini termasuk murah dan meriah yaitu mulai Rp2.000an saja

Posisinya ada di Jalan Parangtritis KM 5.5, Tarudan Kulon, Bangunharjo, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta.

  1. Kafe Brick

Walau lagi ada di Jogja, tetapi bila berkunjung ke Kafe Brick pengunjung bisa rasakan situasi masa lampau ciri khas Eropa. Karena cafe ini mengangkat topik vintage Eropa classic yang paling kental. Bukan hanya memberi nuansa vintage yang cozy, tapi jadi sekaligus tempat swafoto favorite beberapa milenial.

Design bangunannya termasuk unik, tembok batu bata merah, jalanan aspal dengan zebra cross dan lampu jalan, boks telephone merah ciri khas Inggris terlihat dibagian depan cafe. Ada pula vespa dan mobil classic semakin memperbaiki ide cafe ini.

Opsi menu yang ada cukup bermacam dimulai dari yang tradisionil sampai western berbentuk cemilan, bermacam minuman, makanan berat, sampai sajian penutup. Untuk harga cukup dapat dijangkau dimulai dari Rp18 beberapa ribu.

Kafe Brick beroperasional tiap hari jam 08.00-24.00 WIB. Posisinya di Jalan Nyaman No.8, Sinduharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

  1. Warung Usang

Tempat kongkow ini awalannya namanya Usang 613 Kafe tetapi sekarang jadi Warung Usang. Situasi Jawa classic sangat terasa kental, meja dan bangku didesain terlihat terkelupas hingga menambahkan kesan-kesan kuno. Interiornya terlihat vintage dan instagenic dengan ornament kuno didalamnya.

Kecuali masyarakat lokal, beberapa pelancong lokal sampai luar negeri kerap berkunjung ke Warung Usang. Menu yang dijajakan adalah masakan Indonesia sampai western. Kepentingan Harga juga dapat disebut dapat dijangkau yaitu dimulai dari Rp10 beberapa ribu saja.

Posisinya ada di Jalan Prawirotaman No.613, Brontokusuman, Mergangsan, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta. Warung Usang membuka jam 07.00-23.00 WIB.

  1. Tulip Kafe

Tulip Kafe Jogja adalah kombinasi cafe dan home decor store di satu lokasi yang sama. Bila ada dalam cafe ini pengunjung akan disuguhi design ruang ala-ala Bali dengan bermacam ornament ciri khas bohemian.

Dikuasai warna putih dan coklat sampai mebel kayu dengan dipenuhi dengan dreamcatcher dan pernak-pernik yang lain membuat cafe ini terlihat nampak vintage. Antiknya, cafe ini ada tas sampai peralatan dekor yang dapat diperoleh pengunjung.

Latar penampilan berikut yang membuat pengunjung tiba ke Tulip Kafe untuk memburu photo yang instagramable. Umumnya menu yang dihidangkan cafe ini termasuk selaku makanan sehat, oleh karenanya bila sedang diet, Anda tidak perlu cemas makan di cafe ini.

Berada di Jalan Padma No.888, Pentas Sari, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, DI Yogyakarta. Waktu operasinya dimulai dari jam 09.00 sampai 17.00 WIB dan membuka tiap hari.

Untuk kamu pelancong yang menyukai dengan beberapa hal bau vintage, di atas ialah beberapa tempat memiliki nuansa vintage di atas dapat di kunjungi. Dapat lebih koleksi photo vintage buat Instagram kan?