Destinasi Wisata Religi di Madura

Iman Kuat dengan Pergi Ke Destinasi Wisata Religi di Madura

Tidak cuma tawarkan daya tarik keelokan alam dan daya tarik kultural yang eksotis dengan berbagai tempat wisata religi di Madura. Pulau Madura mempunyai bermacam lokasi yang mempunyai nilai spiritual.

Destinasi Wisata Religi di Madura

Beberapa dari tempat itu mempunyai riwayat peradaban keagamaan yang memikat untuk di susuri.

Dimulai dari awalnya masuknya agama Islam ke Pulau Madura sampai figur agama yang mainkan peranan besar di Tanah Madura ini.

Rekreasi wisata religi Madura di bawah ini menjadi referensi buat anda yang lagi ada di Madura. Karena itu,langsung berikut ulasan

  • Museum Keraton Sumenep

Di Museum Keraton Sumenep ini ada bermacam barang warisan monumental, dimulai dari senjata keraton sampai kereta kencana yang terurus secara baik. Tetapi, ada yang sangat menarik dari demikian benda monumental di museum ini yakni Quran memiliki ukuran raksasa yang mempunyai panjang empat mtr., lebar tiga mtr., dan dengan berat capai 1/2 ton. Itu faktanya, Quran ini jadi daya magnet yang unik untuk pengunjung museum.

Sekarang Quran yang memiliki ukuran raksasa itu tersimpan dan dijaga dalam peti kaca di Museum Keraton Sumenep. Sebatas info, sampul dari Qurannya dibuat dari kulit kerbau, sesaat kertasnya dibuat dari kertas panoraga. Legendanya, Quran ini segera ditulis tangan oleh Sultan Abdurrahman.

  • Pusara dari Sultan R. Abdul Kadirun

Pusara Sultan R. Abdul Kadirun berada di Jalan Sultan Abdul Kadirun, Bangkalan. Situs pusara sakral ini pantas anda datangi selaku tempat wisata religius unggulan dari Kabupaten Bangkalan. Kenapa? Sebab posisi dari pusara Sultan Abdul Kadirun yang dipandang benar-benar vital, sebab ada pas di jantung kota Bangkalan.

Disamping itu, posisinya juga pas bertemu dengan kompleks alun-alun kota Bangkalan dan kompleks taman bunga. Bahkan juga, tempatnya pun demikian dekat sama pusat belanja. Bila pada malam hari, situasi dari pusara Sultan Abdul Kadirun dan kompleks Mushola Agungnya, seolah-olah turut terlarut dalam cahaya beragam warna lampu perkotaan.

Hingga, siapa saja peziarah yang tiba di luar wilayah baik perseorangan atau kelompok, akan secara automatis nikmati keelokan kota Bangkalan yang cukup eksotis.

  • Aeng Mata Ebu

Aeng Mata Ebuh persisnya ada di kecamatan Arosbaya, tidak begitu jauh dari pusara Syaikhona Kholil. Ada cerita yang memilukan terciptanya Aeng Mata Ibu ini, diceritakan Cakraningrat I yang disebut raja Madura saat itu, rupanya seringkali habiskan waktunya di Mataram. Hingga, membuat istrinya yang namanya Syarifah Ambani bersedih dan beliau juga lakukan pertapaan dalam suatu bukit yang ada di Dusun Buduran Arosbaya.

Beliau bermohon dan berdoa supaya turunannya sampai 7 turunan dapat ditakdirkan jadi penguasa pemerintah di Madura. Dan saat sedang bertapa, beliau berjumpa dengan Nabi Hidir. Nabi Hidir juga menjelaskan bila seluruh permintaannya akan diwujudkan. Hingga, Syarifah juga benar-benar suka dan kembali pulang ke rumah.

Seterusnya, saat suaminya datang dari Mataram, Syarifah Ambani bercerita berkenaan pertapaan yang dilakukan. Bukanlah suka, rupanya Cakraningrat I geram besar mengapa istrinya hanya karena meminta dan berdoa sampai 7 turunan saja. Syarifah Ambani juga berasa bersalah, dan beliau menangis dari pagi sampai malam tiada henti.

Dari tangisan beliau itu rupanya banjiri tempat di tempat yang sampai sekarang sudah jadi satu mata air atau yang disebutkan dengan Aeng Mata Ebuh. Nah, menarik bukan ceritanya? Bila anda benar-benar pengin berkunjung tempat ini, karena itu anda tak perlu cemas sebab akses jalannya demikian nyaman untuk dilalui.

  • Pusara Asta Tinggi

Tahukah anda jika tidak cuma pusara dari ulama besar saja yang dimuliakan, tapi pesarean atau pusara dari beberapa raja dan keluarganya pun tidak lepas dari lawatan religius. Sebab warga Madura demikian takjub dengan karisma pimpinannya.

Berada di bukit Kebon Agung Sumenep, anda akan kagum saat telah tiba dalam tempat ini, sebab pengaturan pusara sampai pintu gerbangnya demikian artistik. Secara etimologis, pemahaman dari Asta Tinggi ialah pusara yang tinggi. Buat anda yang pengin berkunjung tempat ini, karena itu anda diharuskan untuk melepas alas kaki.

  • Batu Ampar

Batu Ampar ialah kompleks penyemayaman beberapa ulama yang ada di dusun Batu Ampar. Ada enam wali yang disemayamkan di kompleks ini. Dimulai dari Syekh Abdul Manan, Syekh Syamsudin, Syekh Basyaniyah, Syekh Damanhuri, Syekh Moh. Romli, dan Syekh Husen.

Sehari-harinya tentu ada orang yang bertandang ke pusara ini. Apa lagi bila hari raya, bisa banyak penziarah banyak yang datang dari bermacam wilayah. Di sini ada penjual yang menawarkan cenderamata lokal yang memikat untuk dibeli.

  • Pusara Syaikhona Cholil

Raden Kyai Haji Kholil demikian populer di kelompok umat Islam, diantaranya ialah warga Nahdliyyin (NU). Ini karena Mbah Kholil sendiri adalah guru dari pendiri NU, yakni KH Hasyim Asy’ari. Pusara dari Syaikhona Cholil ada persisnya di teritori Martajasah, Kabupaten Bangkalan.

Sebab banyak didatangi oleh beberapa peziarah, karena itu tempat yang ini benar-benar direferensikan buat anda. Disamping itu, di kompleks ini anda dapat menyaksikan salah satunya mushola paling indah yang namanya mushola Mubarok Murtajasah Bangkalan. Kecuali berkunjung pusara Syaikhona Cholil, anda dapat beli bermacam oleh-olehan ciri khas dari kota Bangkalan.

  • Asta Sayyid Yusuf Talango

Sama dengan tempat religius yang disebut sebelumnya, Asta Sayyid Yusuf Talango ini adalah salah satunya tempat untuk berekreasi religius. Persisnya ada di wilayah Sumenep yang memiliki bentuk berbentuk makam beberapa penyiar dan pendakwah Islam di Sumenep. Alamatnya berada di Pulau Kecul, arah timur Sumenep yakni pulau Talango. Tidak kalah dari tempat rekreasi religius yang lain, Asta Sayyid Talango ini selalu ramai didatangi beberapa pelancong.

  • Pusara Sunan Cendana

Pusara Sunan Cendana yang ada di Kecamatan Kwanyar, rupanya lumayan disukai oleh beberapa pelancong. Posisinya ada di Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan. Di sini berdiri satu mushola dan ada pusara Sunan Cendana. Bila anda berawal dari luar pulau Madura, karena itu anda tak perlu cemas untuk ke arah tempat ini.

Sebab anda dapat melalui jembatan Suramadu dan seterusnya dapat meneruskan perjalanan dengan memakai kendaraan lebih kurang 5 mtr.. Kecuali berkunjung Pusara Sunan Cendana, karena itu anda pun jangan tertinggal untuk bawa pulang makanan ciri khas dari Bangkalan ini, dimulai dari keripik teripang, martabak Madura, keripik paru, teri crispy, keripik tette, petis, sampai kek tape cheese.

  • Masjid Agung Sumenep

Masjid Agung Sumenep adalah mushola yang berada di Sumenep, Madura. Pada dasarnya, arsitektur dari mushola ini banyak dikuasai oleh kebudayaan Madura, jawa, Eropa, dan Tiongkok. Bahkan juga, saat anda ke arah pintu gerbang intinya, anda akan menyaksikan corak arsitekturnya yang demikian ciri khas dengan nuansa kebudayaan Tiongkok. Masjid ini sendiri telah berdiri semenjak tahun 1779. Posisinya juga benar-benar gampang untuk dicapai, karena itu tidak heran bila banyak didatangi oleh beberapa orang.

Buat anda yang lagi ada di Madura, karena itu anda harus berkunjung bermacam tempat di atas yang disebut rekreasi religius Madura.

Untuk berbagi informasi destinasi wisata bisa langsung mengkunjungi situs https://cozy-spot.com